Rabu, 29 April 2026

AKSELERASI LAYANAN PRIMA: KEMENAG JEMBER PERKUAT INOVASI S’GRA NIKAH DAN LAYANAN INKLUSIF DI TRIWULAN II

 

JEMBER (2 Juli 2025) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember resmi merilis Laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II Tahun 2025 untuk Program Inovasi S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi – Sigap Layanan Nikah). Memasuki fase implementasi aktif (April–Juni 2025), program ini mencatatkan kemajuan signifikan dalam transparansi layanan publik, digitalisasi survei, hingga inisiatif layanan bagi kelompok disabilitas.

Kepala tim Agen Perubahan S'GRA NIKAH, Kusno, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa jika Triwulan I adalah fase membangun fondasi, maka Triwulan II adalah fase menghidupkan program di lapangan. "Seluruh instrumen yang telah kita siapkan kini telah dioperasionalkan di seluruh KUA se-Kabupaten Jember. Fokus kita adalah memastikan masyarakat merasakan langsung dampak dari transformasi digital dan komitmen anti-gratifikasi ini," tegasnya.

1. Sinergi Strategis dengan APRI: Memperketat Integritas Penghulu

  


Salah satu capaian utama periode ini adalah kolaborasi erat dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Jember. Melalui serangkaian pelatihan dan edukasi regulasi, para penghulu diberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pelaporan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan sanksi tegas bagi pelanggaran integritas.

Langkah ini bertujuan menghilangkan interpretasi ganda terhadap regulasi yang sering kali menjadi celah praktik pungli. Sebagai bentuk komitmen visual, seluruh kantor KUA di Jember kini telah terpasang banner dan baliho anti-gratifikasi yang menegaskan bahwa layanan nikah di KUA pada jam kerja adalah gratis.

2. Aktivasi 'MATOR SARENG KUA': Suara Rakyat secara Real-Time

Kemenag Jember juga secara resmi meluncurkan platform survei kepuasan masyarakat digital bertajuk MATOR SARENG KUA. Melalui mekanisme QR Code yang tersedia di setiap meja layanan, masyarakat kini dapat memberikan penilaian langsung sesaat setelah mendapatkan layanan.


Data survei ini masuk secara real-time ke sistem pusat dan dipublikasikan secara berkala melalui blog resmi s-granikahkuajember.blogspot.com. "Ini adalah mekanisme check and balance yang jujur. Masyarakat menjadi pengawas langsung kualitas layanan kami," ungkap Adnan Widodo, S.Ag., M.HI, anggota Agen Perubahan.

3. Terobosan Layanan Inklusif dan Gandeng Akademisi

Menariknya, pada Triwulan II ini, S'GRA NIKAH memperluas jangkauannya pada kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Kemenag Jember telah menyusun Panduan Teknis Layanan Inklusif untuk memastikan penyandang tunarungu, tunanetra, maupun disabilitas fisik mendapatkan akses yang setara.

Guna mendukung hal tersebut, Kemenag Jember menjalin kolaborasi dengan Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR). Mahasiswa dari UNIPAR akan dilibatkan sebagai petugas pendamping/penerjemah apabila ada penyandang disabilitas yang melaksanakan prosesi pernikahan di KUA.

4. Menjawab Tantangan dan Target Masa Depan

Meski target kinerja tercapai 100%, tim tetap mencatat beberapa kendala, seperti keterjangkauan sosialisasi di wilayah terpencil. Menanggapi hal tersebut, Ikmal Muntadhor, S.HI., M.Sy menekankan pentingnya langkah mitigasi di Triwulan III.

"Rekomendasi kami untuk tiga bulan ke depan adalah melakukan audit lapangan secara komprehensif, memperluas sosialisasi hingga ke tingkat desa melalui majelis taklim, serta membangun kanal pengaduan publik yang menjamin anonimitas pelapor," pungkasnya.

Dengan capaian di Triwulan II ini, Kemenag Jember optimis bahwa inovasi S'GRA NIKAH akan terus bertransformasi menjadi solusi layanan pernikahan yang adaptif, akuntabel, dan sepenuhnya bebas dari gratifikasi.(Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember)


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More