JEMBER (2 Oktober 2025) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Jember melalui tim Agen Perubahan kembali mempertegas komitmennya dalam
pemberantasan gratifikasi. Memasuki Triwulan III (Juli – September) Tahun 2025,
program inovasi S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi – Sigap Layanan Nikah)
telah melewati fase audit prosedur dan verifikasi lapangan yang ketat di
seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Jember.
Kepala tim Agen Perubahan, Kusno, S.Ag., M.Pd.I, menyatakan bahwa
periode ini merupakan fase monitoring mendalam untuk memastikan integritas yang
dibangun pada awal tahun benar-benar terimplementasi secara konsisten di
tingkat akar rumput.
Audit Fisik dan Wawancara Acak di 31 KUA
Tim pengawasan internal Kemenag Jember telah merampungkan kunjungan
audit ke 31 KUA. Audit ini tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen
administratif, tetapi juga melakukan cek fisik terhadap keberadaan banner
anti-gratifikasi dan Standar Pelayanan Publik (SPP) di setiap kantor.
Guna mendapatkan data yang objektif, tim juga melakukan wawancara
lapangan secara acak kepada masyarakat yang baru saja melangsungkan akad nikah.
"Kami menanyakan langsung kepada warga: Apakah ada biaya
tambahan di luar ketentuan resmi? Hasilnya, hingga saat ini tidak ditemukan
indikasi aktif adanya permintaan gratifikasi di lingkungan KUA se-Jember,"
ungkap Kusno.
Testimoni Warga: Bukti Nyata Perubahan
Sebagai bentuk transparansi publik, Kemenag Jember juga merilis rekaman
video testimoni dari masyarakat. Video ini menangkap pengalaman otentik warga
yang merasakan kemudahan layanan nikah gratis di KUA pada jam kerja. Masyarakat
dapat menyimak testimoni tersebut melalui tautan tinyurl.com/TestimoniSgra.
Kampanye Akar Rumput dan Penguatan Digital
Sejalan dengan audit fisik, kampanye sosialisasi kini diperluas ke tingkat
desa dan kelurahan. Bekerja sama dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat,
pesan mengenai layanan nikah gratis disebarluaskan secara masif melalui brosur
dan sosialisasi tatap muka untuk menjangkau lapisan masyarakat yang memiliki
keterbatasan akses internet.
Sementara itu, platform digital MATOR SARENG KUA tetap menjadi
tulang punggung pengumpulan data kepuasan masyarakat secara real-time.
Tim pengembang kini tengah memfinalisasi kanal pengaduan publik yang menjamin
anonimitas pelapor, yang ditargetkan aktif sepenuhnya pada awal Triwulan IV.
Menuju Akhir Tahun: Reward and Punishment
Menutup laporan monitoring Triwulan III, tim Agen Perubahan yang
beranggotakan Adnan Widodo, S.Ag., M.HI dan Ikmal Muntadhor, S.HI.,
M.Sy telah menyiapkan langkah strategis untuk triwulan terakhir tahun 2025.
"Kami akan meluncurkan sistem Reward and Punishment secara
resmi. KUA dengan indeks kepuasan terbaik akan diberikan penghargaan sebagai 'KUA
Zona Integritas Terbaik', sementara pelanggaran terhadap Pakta Integritas akan
dikenakan sanksi disiplin yang tegas," pungkas Kusno.
Dengan hasil evaluasi yang positif di Triwulan III ini, Kemenag Jember
optimis dapat menutup tahun 2025 dengan capaian zona integritas yang solid dan
layanan publik yang semakin akuntabel.
0 komentar:
Posting Komentar