Rabu, 29 April 2026

WUJUDKAN LAYANAN NIKAH TANPA PUNGLI, KEMENAG JEMBER MANTAPKAN INOVASI S’GRA NIKAH MELALUI MONEV TRIWULAN I

 


JEMBER (14 April 2025) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember secara resmi merilis Laporan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I Tahun 2025 terkait program inovasi unggulannya, S'GRA NIKAH (Stop Gratifikasi – Sigap Layanan Nikah). Laporan ini menandai keberhasilan fase awal dalam membangun fondasi integritas dan transformasi digital pada seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Jember.

Kepala tim Agen Perubahan S'GRA NIKAH, Kusno, S.Ag., M.Pd.I, bersama tim yang terdiri dari Adnan Widodo, S.Ag., M.HI dan Ikmal Muntadhor, S.HI., M.Sy, menegaskan bahwa periode Januari hingga Maret 2025 merupakan tahapan paling krusial dalam mengubah budaya kerja di lingkungan KUA.

Komitmen Zero Gratuity: 100% ASN KUA Berikrar

Salah satu capaian monumental dalam triwulan pertama ini adalah pelaksanaan Ikrar Pakta Integritas yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA se-Kabupaten Jember. Melalui ikrar ini, seluruh Kepala KUA, Penghulu, hingga staf berkomitmen secara tertulis untuk:

  1. Menolak segala bentuk gratifikasi dan pungli.
  2. Memberikan layanan secara profesional, jujur, dan tanpa diskriminasi.
  3. Menegaskan kepada masyarakat bahwa layanan nikah di KUA pada jam kerja adalah Rp0,- (Gratis).

"Ikrar ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji kolektif yang mengikat secara institusional. Setiap pelanggaran akan diproses sesuai regulasi disiplin ASN yang berlaku," tegas Kusno dalam laporan tersebut.

Transformasi Digital Melalui Blog S'GRA NIKAH

Sebagai bentuk transparansi, Kemenag Jember telah meluncurkan portal resmi s-granikahkuajember.blogspot.com. Blog ini berfungsi sebagai Single Point of Truth atau pusat data terpadu yang memuat:

  • Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Pelayanan Publik (SPP).
  • Dokumen legalitas inovasi dan proposal program.
  • Direktori kontak layanan KUA se-Kabupaten Jember untuk memudahkan akses masyarakat.

Dengan adanya akses informasi yang terbuka lebar, diharapkan tidak ada lagi celah "asimetri informasi" yang seringkali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meminta biaya di luar ketentuan.

Mator Sareng KUA: Suara Masyarakat Jadi Penentu

Guna mengukur efektivitas layanan, tim S'GRA NIKAH juga telah merancang instrumen survei digital bernama MATOR SARENG KUA. Melalui mekanisme QR Code dan tautan online, masyarakat dapat memberikan penilaian langsung terhadap empat dimensi utama: integritas petugas, kejelasan prosedur, kecepatan waktu pelayanan, serta kualitas sarana prasarana KUA. Platform ini disiapkan pada Triwulan I dan siap dioperasikan secara masif pada Triwulan II.

Tantangan dan Langkah Strategis ke Depan

Meski menunjukkan tren positif, laporan monev juga mencatat beberapa tantangan, seperti perluasan literasi digital bagi ASN dan optimalisasi sosialisasi blog kepada masyarakat luas.

Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, Kemenag Jember telah menyusun rekomendasi untuk Triwulan II, di antaranya:

  • Pelaksanaan survei kepuasan masyarakat secara aktif.
  • Kampanye eksternal masif melalui media digital dan tatap muka.
  • Pemasangan atribut kampanye anti-gratifikasi (banner/baliho) di seluruh kantor KUA.
  • Penguatan kompetensi dan integritas penghulu bekerja sama dengan APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Cabang Jember.

Inovasi S'GRA NIKAH diharapkan dapat menjadi role model transformasi layanan publik di lingkungan Kementerian Agama yang adaptif, akuntabel, dan sepenuhnya bersih dari praktik korupsi. (Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More